Connect with us

Hukum & Kriminal

Perkara Tahir Ferdian di PN Batam, Tak Ada Hubungan Dengan Nasabah PT. BBC

TAHIR FERDIAN BANTAH GELAPKAN ASET PT. TAINDO CITRATAMA

Batam – Perkara Tahir Ferdian di PN Batam adalah sengketa kepemilikan PT. Taindo Citratama dengan Ludijanto Taslim, tidak ada hubungan para nasabah Investsasi  BBC (PT. Berkat Bumi Citra) yang sempat menggeruduk PN. Batam.

Melalui kuasa hukumnya, Supriadi SH, MH menyarankan para nasabah Investasi Bodong agar berhubungan dengan Kurator Pengadilan Niaga Jakarta Pusat yang telah memutuskan pailit PT. Berkat Bumi Citra pada 2017.

“Berdasarkan keputusan Nomor 04/Pdt.Kasus-Pembatalan-Perdamaian/2017/PN.Niaga.Jkt.Pst Jo. Nomor 110/PKPU/2016/PN.Niaga.Jkt.Pst. , maka PT. BBC telah diputuskan pailit oleh Pengadilan Niaga Jakarta Pusat, Jadi seharusnya para nasabah berhubungan dengan Kurator bukan dengan Tahir Ferdian”

“Kehadiran para nasabah investasi Bodong PT. BBC tidak ada hubunganya dengan kasus  yang sedang di perkarakan di PN Batam saat ini. Jadi kami berharap para nasabah maupun rekan – rekan media tidak mencampur adukan dua perkara yang berbeda ini.”

Menurut Supriadi, Klienya kini lebih fokus menyelasaikan kasus sengketa kepemilikan PT. Taindo Citratama antara klienya Tahir Ferdian dengan Ludjinto Taslim yang kini telah di gelar di PN Batam.

TAHIR FERDIAN BANTAH GELAPKAN ASET PT. TAINDO CITRATAMA

Tahir Ferdian sendiri kini tengah menjalani sidang di PN Batam atas tuduhan penggelapan asset perusahaan PT. Taindo Citratama oleh mantan Direktur Utama PT.Taindo Citratama, Ludijanto Taslim.

Tahir Ferdian, mantan Komisaris PT.Taindo Citratama tersebut  membantah segala tuduhan dari Ludijanto Taslim,  yang menuduhnya telah menggelapkan asset perusahaan yang terletak di Kawasan Industri Sekupang Batam tersebut. Pasalnya menurut Tahir Ferdian, dirinya adalah pemilik yang sah perusahaan tersebut yang telah menebus Aset PT. Taindo Citratama dari BPPN pada tahun 2003.

Bahkan dengan bukti – bukti kepemilikan dan dokumen yang kuat, Tahir Ferdian yang memiliki kedudukan sebagai Komisaris Utama di PT. Taindo Citratama tersebut, telah memenangkan secara perdata kasus tersebut di Pengadilan Negeri Batam pada tahun 2017 dengan surat keputusan 129/Pdt.P/2017/PN Btm.

KRONOLOGIS  PERKARA:

Kasus hukum yang menimpa Tahir Ferdian saat ini  adalah bermula dari kebaikan Tahir Ferdian yang membantu rekan bisnisnya Ludijanto Taslim untuk menebus asset perusahaan PT. Taindo Citratama di BPPN pada tahun 2002.

Pada tahun 2002 BPPN mengambil alih asset – asset PT. Taindo Citratama. karena, perusahaan yang bergerak dalam bidang produksi plastik tersebut tidak mampu membayar kewajiban hutang pada beberapa bank nasional di Indonesia.

Namun pada tahun itu juga karena BPPN akan di bubarkan, BPPN menawarkan kembali kepada debitur untuk menebus asset PT. Taindo Citratama dengan harga Rp.9.000.000.000. Tahir Ferdian saat itu bersedia menebus asset PT. Taindo Citratama sebesar Rp.9.000.000.000 dari BPPN ,karena Ludijanto Taslim yang kala itu sebagai debitur tidak mampu untuk menebus asetnya di BPPN.

Setelah PT. Taindo Citratama di tebus dari BPPN, Tahir Ferdian sebagai teman baik dan rekan bisnis memberikan pekerjaan kepada Ludijanto Taslim sebagai Direktur Utama, untuk menjalankan kembali PT. Taindo Citratama.

Bahkan, Agar PT. Taindo Citratama bisa mendapatkan modal usaha dengan pinjaman dari bank, Tahir Ferdian memberikan saham kosong sebesar 50 Persen kepada Ludijanto Taslim. Namun hingga tahun 2006, Ludijanto Taslim tidak mampu menjalakankan tugasnya untuk mencari pinjaman dari perbankan dan menjalankan usaha perseroan. sehingga Tahir Ferdian selaku pemilik PT. Taindo Citratama harus terus menggelontoran untuk biaya operasional hingga mencapai Rp.5.000.000.0000, dan harus membayar uang pesangon saat perusahaan tutup pada tahun 2006.

Pada tahun 2010, Ludijanto Taslim dan Tahir Ferdian sepakat akan menjual asset PT. Taindo Citratama kepada pihak ketiga, dimana hasil penjualan tersebut akan di gunakan untuk mengembalikan uang Tahir Ferdian saat menebus Aset dari BPPN.

Pada tahun 2013, Ludijanto Taslim telah mendapatkan calon pembeli asset – aset PT. Tando Citratama senilai Rp.36.000.000.000. Namun Tahir Ferdian menolaknya karena pembayaran dengan system Bank Garansi yang tidak terpercaya.

Tahir Ferdian akhinya mampu menjual asset berupa lahan tanah PT. Taindo Citratama  pada tahun 2016 senilai Rp.18.000.000.000. Namun Ludijanto Taslim menggugatnya ke pengadilan Negeri Batam, karena Tahir Ferdian sebagai komisaris Utama PT. Taindo Citratama di tuduh menjual asset perusahaan tanpa rapat umum pemegang saham.

Namun Tahir Ferdian membantah tudingan tersebut, pasalnya dirinya telah berusaha menghubungi Ludijanto Taslim secara langsung maupun lewat pengumuman di media masa sebelum menjual aset tanah perusahaan. Namun keberadaan Ludijanto Taslim tidak pernah bisa di hubungi. Sehingga untuk mengurangi kerugian Tahir Ferdian menjual asset perusahaan tersebut.

Dengan bukti – bukti yang kuat, Tahir Ferdian yang memiliki kedudukan sebagai Komisaris Utama di PT. Taindo Citratama tersebut, telah memenangkan secara perdata kasus tersebut di Pengadilan Negeri Batam pada tahun 2017 dengan surat keputusann 129/Pdt.P/2017/PN Btm.

Amar Putusan 129/Pdt.P/2017/PN Btm :

TANGGAL PUTUSAN : SELASA, 23 MEI 2017
PEMOHON : TAHIR FERDIAN
TERMOHON : LUDIJANTO TASLIM
STATUS PUTUSAN : DIKABULKAN
AMAR PUTUSAN : MENETAPKAN

  1. Menerima dan mengabulkan seluruh permohonan dari Pemohon ;
  2. Memberikan ijin untuk menjual kepada pemohon TAHiR FERDIAN selaku Komisaris PT. TAINDO CITRATAMA atas seluruh asset-aset Perusahaan berupa :
  1. Sebidang tanah Hak Guna Bangunan Nomor 95, Desa Sekupang, Kecamatan Batam Barat, Kota Batam, Propinsi Riau (dahulu) sekarang Propinsi Kepulauan Riau seluas 10.053 (Sepuluh Ribu Lima Puluh Tiga) meter persegi, terdaftar atas nama PT TAINDO CITRATAMA;
  2. Sebidang tanah Hak Guna Bangunan Nomor 94, Desa Sekupang, Kecamatan Batam Barat, Kota Batam, Propinsi Riau (dahulu), sekarang Propinsi Riau seluas 10.018 (Sepuluh Ribu Delapan Belas) meter persegi terdaftar atas nama PT TAINDO CITRATAMA ;

Berikut seluruh peralatan pabrik berupa mesin-mesin dan alat-alat lainnya ;

  1. Membebankan biaya permohonan kepada Pemohon sebesar Rp. 676.000 (enam ratus tujuh puluh enam ribu rupiah) ;

SUMBER :http://sipp.pn-batam.go.id/

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Advertisement