Connect with us

Politik

Perang 3 Dinasti Berebut Tangsel di Pilkada

Pilkada Kota Tangerang Selatan bukan ajang kontestasi yang mudah bagi Muhamad-Rahayu Saraswati dan Siti Nur Azizah-Ruhamaben untuk menggusur mengalahkan calon petahana Benyamin Davnie-Pilar Saga Ichsan. Namun, petahana juga harus mengantisipasi kenaikan elektabilitas dua paslon penantang lainnya.

MerdekaNews.co.id — Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia yang juga pengajar di Universitas Islam Negeri Syarief Hidayatullah, Jakarta, Adi Prayitno menilai petahana masih tergolong kuat. Tetapi bukan berarti berada di posisi aman.

Adi mengatakan bahwa Rahayu Saraswati atau Sara bisa mendongkrak popularitasnya sebagai keponakan Prabowo Subianto. Begitu pun Siti Nur Azizah yang merupakan putri Wapres Ma’ruf Amin.

Dominasi keluarga Ratu Atut dan Golkar pun masih kuat. Diketahui, Pilar Saga yang mendampingi Benyamin Davnie adalah keponakan dari Ratu Atut. Terlebih, Wali Kota Tangsel saat ini Airin Rachmi Diany juga pasti akan turut berperan memenangkan Benyamin Davnie, wakilnya yang maju sebagai calon wali kota.

Dengan demikian, jelang pemungutan suara nanti, ketiga paslon diprediksi akan sama kuat.

“Dua bulan jelang pencoblosan, sulit diprediksi siapa yang menang karena kekuatan politiknya makin berimbang. Azizah dan Muhammad mulai menggerus basis pemilih Benyamin. Apalagi warga Tangsel banyak yang ingin menginginkan sosok baru yang memimpin Tangsel,” kata Adi.

Rahayu Saraswati dan Siti Nur Azizah, meski membawa nama besar kerabatnya, tetap dianggap kurang berpengalaman oleh masyarakat. Sementara Benyamin Davnie, yang selama ini menjabat wakil wali kota Tangsel, punya keunggulan karena akan dinilai lebih mampu memimpin Tangsel oleh warga.

Namun bukan berarti Rahayu Saraswati dan Siti Nur Azizah tidak bisa meningkatkan popularitas dan elektabilitas. Seiring berjalannya waktu, Adi menilai para penantang akan berupaya keras meningkatkan elektabilitas masing-masing.

“Sekarang peta dinamis. Meski kuat Benyamin Davnie belum aman karena elektabilitasnya mulai dibalap oleh 2 calon lain. Bahkan pasangan Azizah-Ruhamaben bisa jadi kuda hitam yang bisa memenangkan pertarungan. Calon ini trend elektabilitasnya positif, terus naik,” katanya.

Berimbang

Direktur Eksekutif Indonesia Political Review, Ujang Komarudin menilai pertarungan di Pilkada Kota Tangsel akan berimbang.

Ujang menilai nama-nama besar di balik ketiga paslon akan membuat perolehan suara mereka sulit diprediksi. Masih terlalu dini menurut Ujang untuk menyimpulkan pihak yang diunggulkan maupun sebaliknya.

Ada sejumlah alasan, sehingga dirinya belum dapat memastikan hal tersebut. Pertama, hingga kini belum ada survei objektif yang mengukur elektabilitas ketiga paslon. Kedua, belum ada strategi politik yang sebab masa kampanye baru dimulai akhir September mendatang.

“Saya belum bisa memastikan karena politik itu kan sangat dinamis gitu kan. Politik itu kan dilihat biasanya permainan ada di ujung. Di ujung permainan di Desember nanti,” kata dia.

Kendati demikian, Ujang tak menampik bahwa peran dinasti politik selama ini, termasuk dalam pemilihan kepala daerah masih cukup berpengaruh, tak terkecuali di Tangsel. Kondisi itu dibuktikan dengan Airin yang menang dia dua Pilkada sebelumnya di Tangsel.

Ujang mengatakan sejauh ini Tangsel masih didominasi oleh pemilih irasional sehingga kemungkinan Benyamin-Pilar juga masih cukup kuat. Mereka adalah pemilih yang cukup berperan melanggengkan kekuatan dominasi politik dinasti di Banten.

“Jadi pemilih yang masih belum memilih berdasarkan visi masih banyak. Kadang-kadang memilih berdasarkan ‘gizi’, bukan visi misi,” katanya.

‘Gizi’ maksud Ujang adalah pemilih yang masih mungkin dapat dibeli lewat praktik politik uang. Dinasti politik Banten yang hingga saat ini masih dinilai cukup dominan, menurut Ujang, menjadi tanda bahwa praktik politik uang masih bertahan. (HDYT/CNN)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Advertisement