Connect with us

Nasional

Pemerintah Larang Mudik, Tapi Kecolongan di Tanah Abang

MerdekaNews.co.id – Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat, kembali mulai disesaki pengunjung pada Minggu 3 Mei 2021. Peningkatan aktivitas belanja ini pun dinilai tidak akan begitu besar dampaknya terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.

Ekonom Senior Centre of Reform on Economics (CORE) Indonesia, Piter Abdullah, mengatakan bahwa sejauh ini lonjakan pengunjung memang terjadi di Pasar Tanah Abang, sedangkan pusat perbelanjaan lain di mal masih tergolong sepi. Oleh sebab itu, ia memperkirakan lonjakan pengunjung di Tanah Abang belum mengembalikan tingkat konsumsi keseluruhan ke level normal.

Kendati demikian, jika dibandingkan tingkat konsumsi pada tahun lalu memang akan Lebih besar.

“Sehingga dampaknya ke pertumbuhan ekonomi akan cukup positif. Walaupun tidak sangat besar,” kata Piter kepada Liputan6.com pada Senin (3/5/2021).

Kendati demikian, Piter mengatakan lonjakan pengunjung di Pasar Tanah Abang sangat berbahaya karena dapat memicu lonjakan kasus Covid-19 atau second wave.

Pemerintah, kata Piter, seharusnya sudah mengantisipasi tempat favorit belanja seperti Pasar Tanah Abang, agar tidak terjadi penumpukan pengunjung.

“Pemerintah sudah tepat melarang penduduk mudik, tetapi sayangnya kecolongan terjadi lonjakan pengunjung pusat belanja di Tanah Abang. Apalagi tidak disertai dengan kedisiplinan protokol kesehatan. Pemerintah harus konsisten,” jelas Piter.

Pasar Tanah Abang Penuh, Anies Ingatkan soal Kapasitas Pengunjung

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengaku tidak memprediksi bila pengunjung Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat akan membeludak pada Sabtu (1/5/2021) kemarin. Pusat grosir terbesar di Asia Tenggara itu disesaki pengunjung jelang Lebaran Idul Fitri 2021.

“Kita sama sekali tidak terprediksi kemarin muncul angka dua kali lipat dari biasanya,” kata Anies di Gedung Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Minggu (2/5/2021).

Karena hal itu, sebanyak 750 personel gabungan diterjunkan untuk mengendalikan pergerakan di Pasar Tanah Abang. Petugas dikerahkan untuk memastikan pengunjung mematuhi protokol kesehatan pencegahan Covid-19, terutama penggunaan masker.

“Jadi 250 dari Satpol PP, 250 dari Polda, 250 dari Kodam, siang hari ini mereka akan berada di lapangan bekerja untuk memastikan bahwa jumlah warga yang datang ke pasar,” ucapnya.

Selain itu mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu juga mengimbau agar masyarakat menyadari penerapan prokes di pasar, salah satunya terkait pembatasan kapasitas pengunjung.

“Seperti anjuran kita selalu, kalau datang ke sebuah tempat nampak sudah penuh, jangan masuk. Nampak sudah lebih dari 50 persen, jangan masuk. Jadi, satu sisi disiapkan petugas untuk mengawasi, di sisi lain mari kita sadar jangan sampai ini media penularan,” papar dia.

Sumber : Liputan6.com

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Advertisement