Connect with us

Berita Nasional

Ketua KPPS Tatura Selatan di Palu dilantik

Published

on

20190323_085432

Palu (ANTARA) – Panitia Pemungutan Suara (PPS) Kelurahan Tatura Selatan di Kota Palu, Sulawesi Tengah, melantik para ketua Kelompok Panitia Pemungutan Suara yang akan bertugas pada Pemilu Legislatif dan Pemilu Presiden serentak yang dijadwalkan berlangsung 17 April 2019.

"Ketua KPPS Kelurahan Tatura Selatan yang dilantik, Senin, sebanyak 32 orang sesuai dengan jumlah tempat pemunguntan suara (TPS) di wilayah itu.
Selanjutnya, KPPS yang akan melantik para anggota KPPS saat hari pemungutan suara," kata Ketua PPS Tatura Selatan Rahmawati di Palu, Senin.

Ia menjelaskan pelantikan anggota KPPS dilakukan Ketua KPPS pada saat sebelum pemungutan suara dimulai pada pukul 07.00 WITA. Setelah anggota selesai dilantik, barulah proses pemungutan suara dilakukan sesuai jadwal dan waktu yang telah ditetapkan Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Usai pelantilkan ketua KPPS langsung dilakukan bimbingan teknis dan simulasi pemilu. Dalam bimbingan teknis (bimtek), ketua PPS menjelaskan beberapa hal yang penting dalam pelaksanaan Pemilu 2019.

Menurut dia, pada Pemilu 2019 ini sedikit berbeda dengan Pemilu 2014 karena selain partai peserta pemilu cukup banyak yakni mencapai 20 parpol, juga bersamaan dengan pemilihan presiden. Oleh karena itu, para penyelenggara pemilu harus ekstra hati-hati dan cermat saat melakukan pemungutan suara.

"Dalam penempatan petugas yang akan mengisi beberapa pos seperti KPPS nomor 1,2,3, 4, dan 5 harus benar-benar orang yang tepat, terutama KPPS nomoir 4 dan 5 yang akan bertugas pada bagian pendaftaran peserta pemilu," katanya.
.
Jika tidak jeli dan salah, kata dia, akan sangat mempengaruhi saat perhitungan suara, bisa keliru, terutama yang menggunakan A5 dan surat keterangan (suket) dikeluarkan oleh pihak yang berkompeten yakni Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) setempat.

Ia mengatakan, A5 adalah forumulir yang diberikan kepada pemilih yang pindah dapil. Misalnya pemilih sebelumnya terdaftar dalam DPT di Kabupaten Sigi, tetapi pindah memilih di Kota Palu masih dalam wilayah Sulawesi Tengah (Sulteng).

Formulir A-5 juga diberikan kepada pemilih yang dari luar Sulteng, misalnya dari Makassar karena berbagai alasan terpaksa memilih di Palu.

Sementara untuk penggunaan KTP hanya mereka yang tidak terdaftar dalam DPT, tetapi benar memiliki e-KTP dan berdomisili di wilayah tersebut. Mereka bisa dilayani, tetapi di atas pukul 12.00 WITA.

Ketika ditanya, bagaimana jika waktu pencoblosan sudah selesai sesuai waktu yang ditentukan KPU, tetapi masih ada pemilih yang belum mencoblos. Mereka tetap masih bisa dilayani, dengan catatan mereka sudah berada dalam anteran. Artinya, bersangkutan sudah didaftar oleh KPPS nomor 4 dan 5.

Namun, jika belum dan waktunya sudah habis, maka mereka tidak boleh lagi dilayani untuk mencoblos. "Itu merupakan kesalahan mereka sendiri," ujar Rahmawati ketika memberikan bimtek dihadapan puluhan KPPS se-Kelurahan Tatura Selatan.

Sementara itu, Ketua KPU Palu Agus Salim Wahid mengatakan semua logistik pemilu sudah siap didistribusikan, termasuk surat suara, C6 maupun perlengkapan pemilu lainnya. "Kita tinggal menunggu waktu pendistribusian saja," katanya.

Jumlah pemilih pada Pemilu 2019 sebanyak 213.957 jiwa dengan sebaran TPS 1.075, termasuk TPS khusus di Rumah Tahanan (Rutan) dan Lembaga Permasyaralkatan (Lapas) Palu.

"KPU berharap tingkat partisipasi masyarakat pada pemilu kali ini meningkat dari sebelumnya. Kita targetkan 70 persen persentasi jumlah pemilih pada Pemilu 2019 ini," katanya.

Beberapa warga menyatakan sudah tidak sabar lagi menunggu hari H pemilu. "Saya harus mencoblos, karena satu suara sangat berharga bagi masa depan bangsa Indonesia lima tahun ke depan," kata Ros, seorang warga korban gempabumi dan likuefaksi yang tinggal di huntara di Kelurahan Petobo.

Hal senada juga disampaikan Made Sutarna, seorang warga yang tinggal di Birobuli Selatan. Ia mengatakan siap memberikan aspirasi politik pada pesta demokrasi lima tahun sekali itu untuk memilih presiden, DPD, DPR, DPRD provinsi dan kabupatren/kota.

"Saya imbau sebagai warga negara yang baik, berikan suaramu sesuai hati nurani.Jangan sampai golput," katanya.

Pewarta: Anas Masa
Editor: Bambang Sutopo Hadi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Advertisement

Trending