Connect with us

Business

Gapensi Dorong Industri Konstruksi Lokal Dalam Negeri, Jadi Tuan Rumah di Negeri Sendiri

Jakarta – Gabungan Pelaksana Konstruksi Nasional (Gapensi) mendorong pengembangan industri konstruksi yang murni produk dalam negeri. Inisiatif ini merupakan komitmen Gapensi sebagaimana amanat Presiden Jokowi untuk mengembangkan industri dalam negeri.

“Kita harus mencintai produk negeri sendiri untuk mengerakkan sektor infrastruktur terutama konstruksi, sehingga dapat menumbuhkan industri dalam negeri yang pada akhirnya dapat mensejahterakan bangsa Indonesia,” kata Ketua Umum BPP Gapensi, Iskandar Z. Hartawi di Jakarta, Kamis (30/1/2020).

Menurut dia, pihaknya mengakui keterlibatan swasta dalam industri dalam negeri di sektor konstruksi masih kurang dan Gapensi terus mendorong pelibatan swasta nadional dalam membangun infrastruktur konstruksi dalam negeri, disamping mengenalkan para mahasiswa sebagai bekal disaat mereka tamat kuliah dan terjun ke dunia kerja.

“Kami akui keterlibatan swasta nasional sangat minim sekali di konstruksi dan kita akan terus akan menggalang swasta dinkonstruksi. Kita juga akan mengenalkan Gapensi dengan ‘road show’ kampus ke para mahasiswa mengenai apa itu Gapensi,” ungkap Iskandar.

Sementara itu, Bendahara Umum BPP Gapensi, Bendahara Umum BPP Gapensi, Ken Pangestu menyampaikan, kegiatan seminar Gapensi ini untuk mensinergikan para industri dalam negeri sebagai pemasok infrastruktur konstruksi yang masih sangat minim.

“Selama ini sudah berjalan lancar, kedepan semua industri nasonal harus memanfaatkan produk dalam negeri,” tutur Ken Pangestu.

Sedangkan, Sekretaris Jendral BPP Gapensi, Andi Rukman mengatakan, Gapensi selaku asosiasi tertua di Indonesia harus menjadi pelopor dan penggerak roda ekonomi masyarakat.
Untuk itu, industri dalam negeri harus tumbuh dan dapat memanfaatkan teknologi dalam negeri.

Dia mendorong, kepada pelaku-pelaku industri agar dapat tumbuh dan berkembang. Semangatnya harus terus dilakukan untuk mendorong pembangunan Indonesia yang unggul dan mendorong produksi dalam negeri yang juga harus tumbuh.

“Sekarang ini masih sangat kecil yang di dominasi oleh pengusaha impor, bahkan teknologi yang dikembangkan masih kalah dengan perusahaan asing. Untuk itu, baja kita harus tumbuh, kita harus mampu memproduksi baja yang baik. Meskipun barang-barang konstruksi masih sebagian besar di dapat dari impor, tetapi infrastruktur lain kita harus tumbuh, maka itu kita harus memproteksi ini,” jelas Andi.

Gapensi menyadari bahwa tantangan yang dihadapi saat ini merupakan challenge bagi Gapensi untuk terus bergerak, berkontribusi serta memberikan solusi dalam bermasyarakat dan berbangsa.

Nawacita dan SDM unggul untuk kemajuan bangsa sebagaimana visi Presiden Jokowi pun diinternalisasi dan diterjemahkan menjadi bagian spirit gerakan Gapensi yang dibreakdown menjadi program kerja serta dimaksudkan untuk menegaskan bahwa Gapensi akan all out untuk memberikan dukungan kepada pemerintahan Jokowi-Ma’ruf dalam memajukan dan mensejahterakan bangsa Indonesia.

Oleh karena itu, lanjut dia, Gapensi bersama stakeholder terkait bergerak ke penjuru Nusantara, melalui program ‘Gapensi road to campus’ mengunjungi perguruan tinggi memberikan edukasi tentang industri konstruksi, mengajak dan mendorong tumbuh kembangnya wirausahawan muda khususnya.

“Gapensi terus bertumbuh, berbenah dan mengonsolidasikan potensinya, agar mampu beradaptasi dengan perubahan dan menjadi bagian utama dalam pembangunan nasional,” tutur Andi.

Masih ditempat yang sama, Anggota BPP Gapensi, Sandiaga Salahuddin Uno menyampaikan, keberpihakan konstruksi nasional atau konstruksi kelas menengah itu harus siap dan jangan menjadi jargon. Menurut dia, di saat ajang Pilpres semua bilang pemberdayaan lokal.

“Kita harua menangkap peluang ini, peluang untuk mengangkat infratruktur, fesyen saya itu UMKM, karena 70% dari penciptaan lapangan kerja itu dari UMKM, bahkan 90% dari unit UMKM kita, ini yang selalu saya bilang. Apa yang disampaikan ini menjadi rekonsiliasi nasional. Ini kesempatan kita untuk mewujudkan pengusaha-pengusaha nasional,” ucap Sandi.

Untuk memperluas pasar dalam negeri, ungkap dia, bukan hanya proyek pemerintah tetapi dari proyek swasta, pihaknya juga sekarang melihat peluang pembangunan gedung dari swasta yang terus berkembang. Mudah-mudahan melalui jalur Gapenai bisa menyerap aspirasi peluang-peluang proyek yang dapat sumbangsih buat bangsa.

“Kita dorong tumbuh berkembang dan menjadi pemain dilevel nasional. Kita akan memberi masukan pada level negara, dan kita dorong juga omnibus law, dengan menciptakan lapangan kerja, perpajakan dan pemberdayaan UMKM, ini harus kita gunakan pada kesempatan ini,” tukasnya. (ADV/UGL)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Advertisement