Connect with us

Peristiwa

Epidemiolog Sebut Demo Tolak UU Cipta Kerja Bisa Picu Penularan Hebat Covid-19

MerdekaNews.co.id –Epidemiolog Universitas Indonesia, Tri Yunis Miko Wahyono memprediksi, Covid-19 menular sangat cepat saat buruh menggelar aksi unjuk rasa menolak Undang-Undang Cipta Kerja. Sebab, saat demonstrasi berlangsung, buruh sulit menjaga jarak aman.

“Kalau di situ ada kasus (positif Covid-19) akan terjadi penularan yang hebat,” katanya saat dihubungi merdeka.com, Kamis (8/10).

Tri menyebut, ada tiga hal yang menyebabkan Covid-19 menular sangat hebat. Dua di antaranya yakni kontak erat dan durasi kontak.

“Kalau demo kan terjadi kontak erat. Nah akan terjadi (penularan) besar di situ,” ucap dia.

Buruh di sejumlah daerah menggelar aksi unjuk rasa dalam beberapa hari terakhir hingga hari ini. Mereka menolak Undang-Undang Cipta Kerja yang disahkan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dalam rapat paripurna, pada Senin (5/10)

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), Said Iqbal, mengatakan ada tujuh hal yang ditolak dalam Undang-Undang Cipta Kerja. Pertama, UMK bersyarat dan UMSK dihapus.

Said Iqbal menegaskan, UMK tidak perlu bersyarat dan UMSK harus tetap ada. Karena UMK tiap kabupaten/kota berbeda nilainya.

Kedua, para buruh menolak pengurangan nilai pesangon dari 32 bulan upah menjadi 25 bulan. Di mana 19 bulan dibayar pengusaha dan 6 bulan dibayar BPJS Ketenagakerjaan.

“Poin ketiga yang ditolak keras adalah KWT atau kontrak seumur hidup tidak ada batas waktu kontrak. Buruh menolak PKWT seumur hidup,” tegas Said Iqbal.

Keempat, outsourcing pekerja seumur hidup tanpa batas jenis pekerjaan yang boleh di outsourcing. Point kelima yang ditolak para buruh adalah waktu kerja tetap eksploitatif.

Keenam, buruh menolak hak cuti dan hak upah atas cuti hilang. Dan ketujuh, menolak hilangnya jaminan pensiun dan kesehatan para pekerja dan buruh. [Merdeka.com]

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Advertisement