Connect with us

Ekonomi Global

Bank Dunia Akan Tinjau Dampak Virus Corona pada Ekonomi China

MERDEKANEWS.co.id, Jakarta — Bank Dunia akan meninjau sumber daya keuangan dan teknis yang dapat dikerahkan secepatnya untuk membantu negara-negara yang terdampak Virus Corona seperti China.

Bank Dunia pun meminta semua negara meningkatkan upaya untuk memerangi wabah Virus Corona. Mereka mengimbau agar negara-negara di dunia meningkatkan program yang dapat memerangi penyebaran wabah tersebut.

“Kami mengimbau semua negara untuk memperkuat sistem pengawasan dan respons kesehatan mereka, itu penting untuk menahan penyebaran (virus) ini dan wabah lain yang mungkin muncul di masa depan,” kata Bank Dunia dikutip dari AFP, Selasa (4/2).

Selain memberikan imbauan, Bank Dunia juga tengah berkoordinasi dengan serikat internasional demi meningkatkan respons global. Di seluruh dunia, lebih dari 20.000 kasus wabah Virus Corona telah menyebar di 26 negara. Hal tersebut dikhawatirkan akan melumpuhkan China dan membahayakan ekonomi global.

Lihat juga: Sistem Informasi Dagang Nasional Dirilis Paling Lambat 2022
Oleh karena itu, Bank Dunia akan membantu China dalam merespons wabah ini, termasuk upaya untuk mempertahankan ekonomi domestik. Mereka juga tengah mengamati dampak sosial dan ekonomi yang lebih luas akibat krisis ini.

China sendiri telah menyarankan warganya untuk menunda perjalanan dan membatalkan wisata di luar negeri dan domestik. Sejalan dengan itu, negara-negara lain juga melarang warga mereka untuk berkunjung ke China sementara waktu. Akibatnya, sektor pariwisata dan manufaktur China pun ikut terkena dampak Virus Corona.

Dikutip dari AFP, Presiden Bank Dunia Jim Yong Kim pada Januari lalu mengatakan wabah ini dapat merugikan pertumbuhan ekonomi global. Dia memperkirakan pertumbuhan ekonomi global bisa terdampak antara satu hingga sepuluh persen jika mencapai tingkat keparahan yang sama dengan flu Spanyol pada 1918, yang menewaskan 30 juta orang.

Lihat juga: Putar Otak Cegah Ekonomi RI ‘Terinfeksi’ Virus Corona
Sementara itu, Kepala Dana Moneter Internasional (IMF) mengatakan pekan lalu bahwa dampak negatif terhadap ekonomi mungkin saja terjadi pada semester awal 2020, tetapi saat ini masih terlalu dini untuk memberikan dugaan kerugian.

Sejak mewabah di China dua bulan terakhir, Virus Corona telah memakan 425 korban di negara tersebut, lebih besar dari korban meninggal di akibat wabah penyakit Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS) yang menyerang China pada 2002 lalu.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Advertisement